Anand Krishna’s Writings

“Aku hendak membagikan apa yang kudengar – itupun jika kau mengizinkan!”
06 26th, 2011

Javier Bardem, seorang bintang asal Spanyol, mengatakan, ”Sebuah penghargaan tidak membuatmu menjadi seorang bintang yang baik.” (An award doesn’t necessarily make you a better actor) Lalu, untuk apa mengejar sebuah penghargaan? Ya, mengejar….Karena, banyak di antara kita yang merasa belum menjadi cukup baik, bila belum mendapatkan penghargaan. Pertanda apakah ini? Read the rest of this entry »

Share This Post

05 25th, 2011

Ketika Ki Hajar Dewantara (1889-1959) menggagas pembangunan jiwa manusia lewat pengembangan daya cipta, karsa dan karya yang inheren – sudah ada di dalam diri setiap orang – istilah-istilah asing seperti Intellectual Quotient, Emotional Quotient dan lain sebagainya belum dikenal. Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional “kita”, terinspirasi oleh kearifan lokal “kita” sendiri. Sayang, beribu-ribu kali sayang, bahwa “kita” pula yang kemudian meninggalkan kearifan tersebut, dan malah berkiblat pada kearifan impor yang belum tentu seratus persen cocok untuk kita.

Read the rest of this entry »

Share This Post

12 24th, 2009

Mudah sekali bagi kita untuk mengutip seseorang yang “punya nama” kemudian menjabarakan apa yang dikatakannya. Mudah sekali bagi kita untuk mengutip Yesus, atau Muhammad, atau Siddhartha, atau Krishna, kemudian mengomentari kata-kata mereka.

Namun, tidak demikian dengan seorang Yesus. Ketika ditanya oleh para ahli kitab apa yang menjadi “ajaran utama” – bukan ajaran-“nya” – tetapi “ajaran”, titik. Mereka ingin mendengar sesuatu yang bersifat generik, dan berlaku bagi semua.

Maka, tanpa keraguan, Yesus pun menjawab bila mencintai Tuhan dengan segenap hati, pikiran dan jiwa – adalah ajaran terutama. Dan, kedua adalah mencintai tetangga kita sebagaimana kita mencintai diri sendiri.
Read the rest of this entry »

Share This Post

KAMA

Posted by admin in Radar Bali
10 29th, 2009

Perjumpaan pertama kita dengan kata kama kemungkinan besar melalui istilah Kamasutra, karya klasik dari timur, yang lebih sering dikaitkan dengan seks. Kama, sesungguhnya, tak hanya mengacu pada seks dalam arti senggama. Kama lebih tepat didefinisikan sebagai hawa nafsu, atau hasrat.

Sutra ialah benang, atau senar. Kata ini dipakai di sini dalam konteks pemain boneka yang memegang bonekanya dengan benang atau senar. Gerakan boneka-boneka itu dikendalikan dan diarahkan. Oleh sebab itu, pemain boneka disebut Sutradhaari, seperti juga Tuhan, Sang Pemain Boneka yang Hebat. Sekarang ini pun, pengarah acara dan film disebut sutradhaar dalam bahasa Sansekerta, atau sutradara dalam bahasa Indonesia.

Kamasutra mengimplikasikan bahwa hawa nafsu atau hasrat harus dikendalikan, ditata dan diatur secara memadai. Karena nafsu adalah energi, dan hasrat ialah energi.

Read the rest of this entry »

Share This Post

Pemakaman para teroris dihadiri oleh ratusan orang. Seorang ustad  mendoakan mereka supaya “mendapat pahala dan ampunan” dari Gusti Allah, karena “mereka tetap pejuang…..” dan telah  “memperjuangkan syariat …….”

Meskipun, sebelumnya ustad yang sama memang mengaku, bila ijtihad (=metode, upaya, cara) yang dilakukan para teroris, oops, syuhda itu berbeda dengan dirinya.
Read the rest of this entry »

Share This Post

08 26th, 2009

Pada awalnya saya sangat menyayangkan Adnan Buyung Nasution (ABN) menerima jabatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Saya khawatir sistem akan membuat dia tidak dapat ‘bergerak’. Untuk seseorang seperti ABN saya mengharapkan justru Presiden yang datang kepadanya dengan mengatakan: “Coba tolong beri saya nasehat. What should I do?”
Read the rest of this entry »

Share This Post

Adat versus Budaya

Posted by admin in Media Lokal
08 20th, 2009

Sebagaimana diberitakan oleh Radar Bali (16/08/09), kawan saya Dewa Gede Palguna mengkhawatirkan “penghancuran” Bali oleh dirinya sendiri. Sebabnya adalah “kesatuan-kesatuan hukum adat” yang barangkali membutuhkan peremajaan dan “kesadaran kolektif” yang baru.
Read the rest of this entry »

Share This Post

Rendra punya Bali

Posted by admin in Media Lokal
08 20th, 2009

Seperti Mbah Surip, seperti para seniman lainnya, seperti nantinya juga saya dan Anda, W.S. Rendra pun akhirnya mati. Namun, lain matinya Rendra dan Mbah Surip, dan barangkali lain pula mati kita.
Read the rest of this entry »

Share This Post

Ilusi Kepahlawanan

Posted by admin in Media Lokal
08 20th, 2009

Lebih dari 2500 tahun yang lalu, pujangga besar asal Cina, Lao Tze mengingatkan kita bahwasanya seorang pemimpin yang bijak adalah ia yang dapat menyediakan lapangan kerja bagi rakyatnya. Ia juga menasehati rakyat jelata supaya tidak tergoda oleh rumput hijau di pekarangan rumah tetangga, dan meninggalkan rumah sendiri.
Read the rest of this entry »

Share This Post

Manipulasi Pikiran

Posted by admin in Media Lokal
08 15th, 2009

Dalam sejarah modern, adalah Adolf Hitler (1889-1945) yang pertama kali menggunakan mind manipulation atau manipulasi pikiran sebagai senjata.

Ibarat komputer, mind atau ”gugusan pikiran” manusia dapat dimanipulasi, dapat di-hack, bahkan dapat disusupi virus untuk merusak seluruh jaringannya.

Read the rest of this entry »

Share This Post

« Older Entries