

Anand Krishna’s Writings
“Aku hendak membagikan apa yang kudengar – itupun jika kau mengizinkan!”
Archive for the 'Jakarta Post' Category
Saatnya kaum moderat keluar pagar
Author: admin
Sam Harris, penulis The End of Faith, memperingatkan kita soal kaum moderat, dan saya setuju sekali dengannya. Kaum moderat hidup dalam keadaan limbung. Mereka tak di sini, tidak juga di sana. Mereka bingung menentukan mana yang benar dan yang tidak.

read comments (2)Indonesia: Sebuah bangsa tanpa rasa keterdesakan
Author: admin
Tak menyenangkan mendengar Prof. Jeffrey Winters dari Universitas Northwestern Amerika Serikat mengkritik kita lewat sebuah program televisi di sini yang mengatakan bahwa kita, orang Indonesia, kurang rasa keterdesakan.

Sufi solusi bagi masalah dunia
Author: admin
Inilah judul kertas saya untuk Konferensi Gerakan Sufi dalam Masyarakat Islam Kontemporer yang diadakan di Singapura pada 14-15 Agustus 2008, digelar Universitas oleh Nasional Singapura dan Institut Studi Asia Tenggara.
Read the rest of this entry »

Kemerdekaan Indonesia: Urusan yang belum selesai
Author: admin
Baru-baru ini saya diundang untuk berbicara tentang “Kemerdekaan Indonesia dan Relevansinya Kini.” Tema tersebut tak masuk akal bagi saya. Kalimatnya terkesan kurang tepat. Relevansi kemerdekaan Indonesia ya berarti kebebasan yang anda dan saya nikmati saat ini.

Apa arti sebuah nama?
Author: admin
Ada orang berpikir dan merasa biasa saja dengan nama pemberian orang tua mereka, tapi ada pula orang lain yang melihat nama mereka dengan penghargaan tinggi. Untuk “apa arti sebuah nama”, yang lain akan menanggapi, “inilah namaku yang begitu berarti”
Read the rest of this entry »

Kebangkitan Indonesia masih dibuat
Author: admin
“Indonesia masih dalam proses menjadi,” kata seorang rektor univesitas nasional terkemuka di Jakarta bulan lalu. Ratusan mahasiswa dari pelbagai kampus di Jakarta dan sekitarnya duduk tepukau menyaksikan orasi dan bahasa tubuh beliau yang begitu baik, mendengarkan apa yang disampaikan tanpa memahami apa yang dimaksudkan.

Antara “Ayat-Ayat Cinta”, Ahmadiyah dan Pancasila
Author: admin
Sukses fenomenal baik film maupun buku Ayat-Ayat Cinta (AAC) merupakan cerminan kondisi dan kecenderungan masyarakat kita. Yang menarik ialah AAC telah mampu mencairkan “perbedaan” pengkondisian dan kecenderungan tersebut pada keluasan sesuatu yang tak dikenali. Film dan buku ini sama-sama diapresiasi oleh presiden, tokoh agama kita, dan juga masyarakat awam.

“Pluralisme merupakan fakta mendasar di sini, oleh sebab itu kita harus menerimanya,” kata seorang politisi yang partainya menjadikan dogma dan doktrin agama sebagai prinsip tuntunannya.

Pembunuhan biadab di dunia “beradab”
Author: admin
Hal ini membuat frustasi dan prihatin melihat bagaimana kita, yang disebut warga negara “beradab” di dunia “beradab”, masih bisa bertindak dengan cara paling biadab.

Sikap Indonesia atas “Fitna” Wilder
Author: admin
Kita merasa lega mendengar pernyataan yang disampaikan oleh Presiden kita berkait film Geert Wilder Fitna, yang menurut beliau berpotensi mengacaukan keselarasan dalam masyarakat (The Jakarta Post, 1 April 2008). Bagus sekali, Bapak Presiden — kami memberikan hormat kepada Anda atas keputusan yang tepat dan tindakan yang cepat tersebut.

