

Anand Krishna’s Writings
“Aku hendak membagikan apa yang kudengar – itupun jika kau mengizinkan!”
Beda Bogor, Beda Bali
Posted by admin in Media Lokal
Walikota Bogor H Diani Budiarto dikabarkan sedang, atau telah (tergantung berita mana yang Anda percayai) mematangkan pencanangan Kota Halal.
Saya beranda-andai saja, bagaimana bila Bali ikut mematangkan pencanangan Pulau Halal.
Read the rest of this entry »

read comments (2)Entertainer Besar Meninggalkan Agama Tak Terjawab
Posted by admin in Media Lokal
Orang memujanya, menyembahnya, tapi juga memandang rendah dirinya. Michael Jackson, lahir sebagai seorang bintang, ia merupakan sebuah enigma dalam kehidupan dan tetap menjadi enigma dalam kematian.
Read the rest of this entry »

Menemukan Dirimu
Posted by admin in Media Lokal
Mulat sarira, sebuah istilah yang sering dikutip oleh masyarakat Bali; telah dipilih sebagai tema dari Festival Seni Bali tahun ini. Artinya introspeksi diri, mulat sarira bukan sekedar konsep, dogma, atau doktrin agama tertentu, tapi sebuah ajakan bagi seluruh umat manusia, terlepas dari perbedaan latar belakang agama, status sosial, ras, ideologi politik dan ekonomi untuk “kembali ke akarnya dan menemukan dirimu.”

Terinspirasi oleh Gandhi, Warga Palestina memboykot produk Israel
Posted by admin in Masalah Global
Beberapa waktu lalu, saat saya diwawancarai oleh Pers India di Sarnath (India) tentang Perjuangan Tibet untuk meraih kemerdekaan, saya menyarankan agar seluruh rakyat Tibet memboikot produk-produk dari China. Rezim Komunis China hanya tahu satu bahasa, yakni bahasa kebendaan, material – jadi mereka musti dihadapi dengan bahasa yang sama pula.
Saya mengingatkan saudara-saudari Tibet kita bahwa tuntutan ini sama dengan perjuangan yang mengakhiri rezim apartheid di Afrika Selatan.
Saya tergetar membaca bahwa rakyat Palestina sekarang AKHIRNYA MENDENGARKAN GANDHI….saya menyarankan hal ini kepada Duta Besar Palestina beberapa tahun lalu, Duta Besar yang berkuasa pada saat itu berjanji akan menyampaikan prasaran saya langsung kepada Presiden Yasser Arafat.
India Express tanggal 26.03.2009. Kami bahkan seharusnya bisa bertemu, tapi sayangnya Presiden Arafat jatuh sakit dan meninggalkan kami…
TAPI, SEKARANG AKHIRNYA….BACALAH BERITA BERIKUT INI SEPERTI DILAPORKAN OLEH INDIAN EXPRESS PADA 26 MARET 2009
“Terinspirasi oleh Gandhi, Rakyat Palestina Boikot Produk-produk Israel
Mendapat inspirasi dari Mahatma Gandhi dengan Gerakan Nasional Indianya, para aktivis Palestina di 50 desa di bagian utara West Bank memutuskan untuk melakukan kampanye boikot terhadap produk-produk Israel.
“Kami tahu bahwa perubahan akan berjalan perlahan-lahan, tapi kami bertekad untuk meneladan apa yang Gandi telah lakukan saat ia memboikot garam Inggris,” Khalid Mansour, ketua Komite Rakyat di Nablus mengatakan agen baru rakyat Palestina “Maan”.
Data resmi menyatakan bahwa rakyat Palestina mengkonsumsi 2,6 milyar shekels (USD 0,6 milyar) barang-barang Israel setiap tahunnya, kata Mansoor.
28 persen uang ini dikatakan dipakai untuk pembelian semen dari Israel.
Rayat Palestina juga mengkonsumsi 30 juta shekels (USD 2,40 juta) obat-obatan dan 10 juta emas yang diproduksi oleh Israel setiap tahunnya.
Dia mengatakan bahwa subkomite akan dibentuk di setiap 50 desa untuk memantau boikot dan memulai kampanye kesadaran ini di sekolah-sekolah.”
Oleh : Anand Krishna Indonesia

Negara “Merdeka” vs Negara “Terjajah”
Posted by admin in Media Lokal
Saya telah berpergiaan keliling India dan tak pernah melihat satupun pengemis atau pencuri. Kekayaan semacam itu saya saksikan di seantero negara ini. Nilai moral, orang sekaliber tersebut, saya tak pernah berpikir bahwa kami dapat menjajah negara ini, kalau kami tidak mematahkan tulang punggung bangsa ini, yakni warisan spiritual dan budayanya. Oleh sebab itu, saya mengusulkan bahwa kami musti mengganti sistem pendidikan lama dan budaya mereka. Karena jika orang India berpikir bahwa budaya asing dan Inggris lebih baik dan lebih hebat dari budaya mereka sendiri, maka mereka akan kehilangan harga diri dan budaya lokal yang asli. Mereka pasti menjadi apa yang kita inginkan, bangsa yang sungguh terjajah.”

Kabut pagi masih mengambang di permukaan tanah saat pada pukul,Yang Mulia Tenzin Gyatso, Dalai Lama ke-14 memberkati Patung Buddha setinggi 2.5 m yang dipersembahkan oleh Anand Krishna, tokoh spiritualis dan nasionalis dari Indonesia. Peresmian patung tersebut dilakukan di Central Institue of Higher Tibetan Studies (Deemed University), Sarnath (Uttar Pradesh), India, serta diliput oleh berbagai media elektronik dan tulis India seperti Hindustan Time, K TV, DD News, Z News. Patung Buddha yang dibuat dari batu yang sama untuk membangun Candi Borobudur pada abad ke 9 masehi di Muntilan, Jawa Tengah, Indonesia dipersembahkan kepada Dalai Lama ke-14 untuk memperkuat ikatan spiritual dan budaya antara masyarakat Indonesia dan Tibet, serta mendukung perjuangan tanpa kekerasan Yang Mulia Dalai Lama ke-14 guna melindungi warisan budaya dan sejarah Tibet.
Read the rest of this entry »

Anand Krishna persembahkan Patung Buddha Muntilan ke India
Posted by admin in Events
INDONESIA dan Tibet memiliki hubungan spiritualitas dan budaya. Pada tahun 1012 Masehi, Atisha seorang biarawan Budhis dari India berkelana ke kepulauan nusantara. Setelah itu pergi ke Tibet untuk mengajarkan ajaran kuno meditasi Tong-Len yang dipelajarinya dari seorang guru nusantara bernama Dharmakirti Svarnadvipi, sebuah nama yang sangat dekat di hati Yang Mulia Dalai Lama dan masyarakat Tibet.

Pandangan Bapak Anand Krishna Tentang Tahun 2009
Posted by admin in Videos
Perjalanan Spirutal ke Kashmir & Leh pada tanggal 11-22 Mei 2008
Posted by admin in Videos
Perjalanan Spirutal ke Kashmir & Leh pada tanggal 11-22 Mei 2008 dengan beberapa orang teman mengunjungi banyak tempat-tempat spiritual seperti Rozabal, Masjid Jamia, Masjid Shahi Hamdan, Hazratbal, Biara Alcy, Likir, Lamayuru, Hemis, Shanti Stupa dan Peristirahatan Inayat Khan. Pada tahun 1991, di biara Hemis ini Bapak Anand Krishna sembuh secara misterius dari penyakit Leukimianya.

Bangsa Butuh Budaya untuk Persatuan
Posted by admin in Media Lokal
SEMARANG- Bangsa Indonesia sekarang ini sedang mengalami berbagai masalah yang menyebabkan masyarakat kehilangan rasa percaya diri dan kedamaian hati. Ada saja sedikit masalah, maka hal itu bisa menimbulkan suatu gejolak.
Read the rest of this entry »

