Yogyakarta-RoL– Kekuatan glokalisasi atau melokalkan globalisasi yang berarti tidak sekedar menerjemahkan setiap hal yang masuk namun menciptakan sendiri sesuai dengan budaya setempat, mampu memperkuat integrasi nasional.

“Indonesia memiliki kemampuan untuk melakukannya. Salah satu tokoh yang telah membuktikannya adalah Mpu Tantular yang mampu mengembangkan satu paragraf dalam Kitab Sotasoma di India menjadi cerita luar biasa dengan versi berbeda,” kata tokoh spiritual lintas agama, Anand Krishna dalam Temu Hati bersama Anand Krishna dengan tema “Budaya Sebagai Landasan Integrasi Nasional” di Yogyakarta, Ahad.

Menurut dia, orang yang dapat bertahan hidup adalah orang yang tidak terbawa globalisasi tetapi melakukan glokalisasi.Ia menjelaskan kekuatan budaya juga telah membawa Indonesia menuju kemandirian setelah Sukarno-Hatta memproklamirkan kalimat yang mempertegas keinginan Indonesia untuk merdeka.

“Mereka berdua berani mengatasnamakan rakyat Indonesia dalam naskah proklamasi karena mereka  memang bisa melihatnya dari sisi kebudayaan yang dimiliki Indonesia,” katanya.

Ki Hajar Dewantara pernah mengemukakan pernyataan bahwa Pancasila merupakan saripati budaya. Bung Karno yang menggagas Pancasila mengaku tidak menciptakan tetapi hanya menggali nilai kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Budaya kita memberi keleluasaan untuk kembali ke dalam tata krama kehidupan, sehingga nilai kebudayaan dan budi pekerti diharapkan dapat ditanamkan di sekolah untuk mengembalikan sistem pendidikan nasional,” katanya.

Budaya untuk menghargai keberagaman juga menjadi salah satu faktor penting integrasi. Sejak zaman Majapahit dalam kitab Sutasoma telah dikenal istilah ‘Bhinneka Tunggal Ika-Tan Hana Dharma Mangrwa’ yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu dan tiada kebenaran yang mendua.

Keanekaragaman yang ada dalam masyarakat Indonesia baik itu agama, suku, etnis, status sosial, sesungguhnya bukan merupakan masalah karena Bangsa Indonesia memiliki akar budaya yang sama. antara/mim

Republika Online, Minggu, 24 September 2006  20:56:00